Anda ingin meningkatkan trafik dan popularitas blog atau website anda dengan cepat, mudah, alami, TANPA TRIK SEO yang sulit dipelajari, dan HANYA BERMODALKAN KEJUJURAN?! Klik disini dan kesini

Cari Informasi Yang Anda Butuhkan

Suka dengan artikel-artikel blog ini? Berlanggananlah lewat e-mail anda!

Jumat, 03 Juni 2011

Apa Saja Dampaknya Jika Indonesia Dijatuhi Sanksi Oleh FIFA?

Sepak Bola Indonesia masih sedikit beruntung, karena FIFA masih memberikan kesempatan untuk menggelar kongres PSSI hingga 30 Juni 2011. Namun ini adalah kesempatan terakhir. Jika PSSI gagal lagi, maka sanksi pembekuan langsung berlaku mulai 1 Juni 2011. FIFA belum menyebutkan berapa lama durasi sanksi tersebut.

Berapa pun lamanya, sanksi pembekuan dari FIFA akan sangat merugikan persepakbolaan Indonesia, jika memang benar-benar dijatuhkan. Jika ada segelintir orang yang tidak mempermasalahkan sanksi FIFA, bisa saja mereka tidak tahu apa saja dampaknya. Secara logis, sanksi FIFA mempunyai dampak langsung dan dampak lanjutan, dan semuanya berpotensi menghancurkan persepakbolaan nasional

A. Dampak Langsung


Dampak langsung adalah konsekuensi yang harus dijalani PSSI terkait pembekuan yang diberlakukan FIFA, jika sanksi dijatuhkan. Apa sajakah itu?

  1. Sudah pasti Timnas Indonesia dan klub-klub asal Indonesia tidak bisa tampil di ajang Internasional. Bagi Timnas, kompetisi yang tidak bisa diikuti meliputi SEA Games, AFF Suzuki Cup, Kualifikasi Piala Dunia dan Kualifikasi Piala Asia. Seluruh sanksi tersebut berlaku untuk semua kelompok umur, bukan hanya untuk Timnas senior saja. Sedangkan untuk klub-klub Indonesia, sanksi yang berlaku adalah tidak bisa mengikuti Liga Champions Asia dan Piala AFC, termasuk bagi Persipura yang telah mencetak rekor masuk ke perempat final Piala AFC musim ini. Jika sanksi FIFA dijatuhkan, maka langkah Persipura akan terhenti, dan jika Persipura berhasil menjuarai Liga Super Indonesia (saat ini mereka yang paling berpeluang untuk menjadi juara), maka mereka tidak bisa tampil di Liga Champions Asia. Begitu juga bagi runner-up, tak bisa tampil di Piala AFC.
  2. Tak hanya pemain, para wasit asal Indonesia pun tidak bisa memimpin pertandingan Internasional. Anda pasti kenal Jimmy Napitupulu, salah satu wasit kebanggaan kita karena ketegasannya. Karena dia berlisensi FIFA, maka jika sanksi pembekuan FIFA berlaku, ia tidak bisa memimpin pertandingan SEA Games, AFF Suzuki Cup dan Piala Asia seperti yang selama ini biasa ia lakukan. Selain itu, selama sanksi FIFA berlaku, maka wasit-wasit asal Indonesia lainnya tidak bisa memiliki lisensi FIFA sebaik apapun kepemimpinannya
  3. Para pemain Indonesia tidak bisa bermain di luar negeri. Anda pasti tahu tim SAD Indonesia yang sedang berjuang di Liga Uruguay, dan juga Syamsir Alam, pemain muda berbakat yang direkrut klub raksasa Uruguay dan Amerika Latin, Penarol. Jika sanksi pembekuan berlaku, maka mereka semua akan dipulangkan, dan tidak bisa bermain lagi di Uruguay selama sanksi berlaku. Ini sama saja menghancurkan impian mereka untuk menjadi pemain kelas dunia!
  4. Selama sanksi FIFA berlaku, maka bantuan program pembangunan, kursus dan pelatihan dari FIFA dan AFC akan diberhentikan, termasuk bantuan pembangunan stadion-stadion di Aceh yang hancur karena tsunami tahun 2004 yang sampai sekarang masih berlangsung untuk beberapa stadion klub-klub daerah.
B. Dampak Lanjutan

Dampak lanjutan adalah dampak-dampak yang timbul karena dampak langsung dari sanksi FIFA diatas. Jika nalar anda sehat, pasti anda bisa membayangkan hal-hal berikut akan terjadi jika sanksi-sanksi di atas berlaku.

Segelintir pihak mungkin berpikir, "toh klub-klub Indonesia masih bisa bertanding di Liga lokal seperti Liga Super Indonesia, jika sanksi dijatuhkan". Namun coba anda pikir lagi. Jika sanksi FIFA berlaku, siapa yang mau mensponsori kompetisi lokal kita? Sponsor liga dan klub pasti akan berpikir ulang, karena dengan dibekukannya persepakbolaan Indonesia dari dunia Internasional, maka euforia sepak bola yang saat ini masih melanda akan turun drastis, lesu! Para sponsor pasti menilai lebih baik mengurusi hal lain yang lebih menguntungkan mereka. Jika para sponsor mundur, para pemain sepak bola kita bisa apa? Sepak bola adalah mata pencaharian mereka, maka jika para sponsor mundur, maka karir mereka hancur, mereka akan gantung sepatu lebih dini. Dengan kata lain, persepakbolaan Indonesia akan mati.


Apalagi yang akan terjadi? Dengan matinya persepakbolaan kita, pasti akan banyak demonstrasi, menuntut pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya "bencana" ini.

Bisa saja anda berpikir dampak lanjutan di atas berlebihan. Dalam benak anda mungkin berpikir, "Bagaimana dengan Edin Dzeko, pemain asal Bosnia yang masih bisa bermain di Manchester city saat negaranya kena sanksi FIFA? Apa seharusnya kita tak usah terlalu takut?"

Perlu anda ketahui, sanksi yang berlaku untuk Bosnia berbeda dengan sanksi yang akan berlaku untuk Indonesia. Mengapa bisa berbeda? Karena masalah Bosnia berbeda dengan Indonesia. Bosnia bermasalah karena perpisahannya dengan negara Herzegovina, sehingga kepengurusan sepak bolanya tercampur di masing-masing negara. Ingat, hanya tercampur, bukan tidak ada kepengurusan! Maka dari itu FIFA hanya memberikan sanksi untuk Timnas dan Klub-klub asal Bosnia dengan melarang mereka tampil di ajang internasional, namun masih membolehkan pemain-pemain Bosnia yang bermain di luar negaranya seperti Edin Dzeko untuk tampil. Sedangkan keadaan Indonesia sekarang ini adalah tidak ada kepengurusan di induk organisasi sepak bolanya karena ketuanya belum terpilih. Jelas bukan perbedaannya?


Lantas negara apa yang punya masalah persepakbolaan yang hampir sama dengan Indonesia? Tengoklah Brunei Darussalam. Negara itu dikenai sanksi FIFA sejak tahun 2008, dan baru berakhir 2015 mendatang! Masalah yang ada di negara tersebut adalah adanya perseteruan untuk menguasai induk organisasi negara tersebut antara dua kubu. Karena perseteruan tersebut, ketua organisasi tidak kunjung dipilih. Dengan masalah yang hampir sama, bisakah kita membayangkan apa yang akan terjadi jika FIFA membekukan sepak bola kita selama tujuh tahun?


Seluruh pecinta sepak bola Indonesia kini berharap Komite Normalisasi bisa mengatasi kisruh yang terjadi di tubuh PSSI dan berhasil memilih ketua umum baru yang sesuai dengan aturan FIFA. Demi menyelamatkan sepak bola Indonesia



Anda Menyukai artikel Ini?

1 komentar:

  1. aduh,gan. jangan sampai Indonesia gk bsa tmpil di Internasional. gue msih kpingin lyat Indonesia ikut Piala Dunia+AFF+Asia. Menurut gue,tuh kelompk 78 dimusnahkan saja (klo perlu dihukum mati karna dianggap memberontak dan melecehkan harga diri bangsa)

    BalasHapus

Jika anda ingin berkomentar menggunakan akun Facebook, YM, AOL atau MSN, silakan komentar menggunakan kotak komentar Facebook di atas. Atau anda dapat berkomentar pada form di bawah ini, dengan cara:

1. Pilih name/URL
2. Pada kolom name isi dengan nama anda, pada kolom URL dapat diisi dengan alamat profil Facebook atau Twitter anda, atau silakan dikosongkan
3. Isi komentar anda pada form yang tersedia, lalu klik poskan komentar

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu demi mencegah SPAM dan kata-kata yang tak diinginkan, karena komentar-komentar tersebut TIDAK SAYA ANGGAP SEBAGAI APRESIASI UNTUK ARTIKEL SAYA. Terima Kasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Rank on Alexa

Galeri iklan! Semua bisnis yang DITAWARKAN di bawah ini dijamin BUKAN SCAM! DIPILIH DIPILIH.....
MAU DAPAT 1 MILYAR DALAM 5 BULAN HANYA DENGAN MODAL 10 RIBU? KLIK BANNER DIBAWAH INI ATAU KLIK DISINI UNTUK PENJELASAN SISTEMNYA
Anda bisa MENGHASILKAN 277 JUTA DALAM 5 BULAN DENGAN MODAL GRATIS! KLIK AJA GAMBAR DIBAWAH, ATAU KLIK DISINI UNTUK PENJELASAN SISTEMNYA

DAPATKAN RATUSAN JUTA HINGGA MILYARAN RUPIAH DENGAN MODAL GRATIS! KLIK!

Bisnis Dahsyat tanpa modal

PASANG IKLAN ANDA KE RIBUAN SITUS SEKALIGUS DALAM 1 KALI KLIK!