Anda ingin meningkatkan trafik dan popularitas blog atau website anda dengan cepat, mudah, alami, TANPA TRIK SEO yang sulit dipelajari, dan HANYA BERMODALKAN KEJUJURAN?! Klik disini dan kesini

Cari Informasi Yang Anda Butuhkan

Suka dengan artikel-artikel blog ini? Berlanggananlah lewat e-mail anda!

Rabu, 05 Januari 2011

PSSI & LPI Memanas, PSSI Sebut LPI Banci!

Liga Premier Indonesia (LPI) yang akan segera bergulir 8 Januari esok masih menimbulkan kontroversi di tengah-tengah insan persepakbolaan nasional maupun masyarakat pecinta sepak bola Indonesia. PSSI jelas-jelas tidak mengakui LPI dan menganggap LPI sebagai turnamen ilegal yang tak ada bedanya dengan turnamen sepak bola antar kampung (tarkam).
Tentu anggapan PSSI ini berlebihan, karena LPI digarap secara profesional oleh ahlinya. Namun masih banyak masyarakat yang belum tahu apa itu Liga Premier Indonesia. Apakah LPI? Mengapa PSSI tak mau mengakui LPI? Lebih bagus mana jika dibanding Liga Super Indonesia (LSI) binaan PSSI?

Liga Premier Indonesia adalah liga sepak bola independen yang digagas oleh pengusaha Arifin Panigoro. Sistemnya terbilang profesional, dengan tidak sama sekali melibatkan dana APBD seperti PSSI. Dana yang didapat murni dari sponsor, iklan dan hak siar. Jadi secara sistem, LPI sebenarnya sudah bisa disejajarkan dengan liga-liga di Eropa yang sama sekali tidak melibatkan instansi pemerintah untuk pendanaan, dan jelas ini lebih profesional dari liga binaan PSSI yaitu LSI.

Secara garis besar, berikut perbedaan Liga Premier Indonesia dan Liga Super Indonesia :

LSI dengan payung PSSI

Afiliasi regional: AFC Afiliasi Internasional : FIFA

Struktur Saham: Yayasan: 5 persen Klub: 0 persen

PSSI: 95 persen Pembagian Hak Siar TV : Hanya uang kompensasi siaran langsung : 0 persen

Pembagian Sponsor Utama : 0 persen Keuntungan : 100 persen untuk PSSI/PT Liga Indonesia

Wasit : Lokal

Sumber Dana : APBD

Badan Yudisial : Komdis dan Komding PSSI

Peserta : 18 klub

Sponsor : PT. Djarum (Rp.41.5 milliar)

Hadiah : Rp1,5 milliar



Liga Premier Indonesia (LPI): Afilliasi Regional: AFC

Afiliasi Internasional: FIFA

Struktur Saham: Yayasan: 100 persen Klub

Pembagian Hak Siar TV: Klub: 100 persen

Pembagian Sponsor Utama : Klub: 100 persen

Keuntungan: Share Klub Peserta: 80 persen Untuk Pembinaan: 20 persen

Wasit: Asing (2 tahun)

Sumber Dana: Investasi Rp.15-20 milliar per klub

Badan Yudisial: Komdis dan Komding LPI

Peserta: 18-20 klub Sponsor: Konsorsium investor

Hadiah: 5 milliar
Jadi secara sistem, tak ada masalah dengan LPI. Namun mengapa PSSI tak mau mengakui LPI?

Nugraha Besoes selaku Sekjen PSSI menyatakan bahwa LPI melanggar Pasal 89 UU Sistem Keolahragaan Nasional serta UU Sistem Keolahragaan Nasional Pasal 51 ayat 1-4, yang membahas persyaratan teknis kecabangan, kesehatan, keselamatan dan ketentuan daerah tempat penyelenggaraan kejuaraan olahraga, termasuk dengan keharusan adanya izin PSSI untuk menggelar turnamen sepak bola di Indonesia.

PSSI menyebut LPI liga sepak bola ilegal, dan klub pesertanya bisa disebut BANCI, karena mengikuti turnamen ilegal tapi tetap mau dianggap oleh PSSI. Sikap PSSI ini mengancam pemain Timnas yang bermain di klub Persema Malang yang hijrah ke LPI, yaitu Irfan Bachdim dan Kim Jeffrey Kurniawan. Dengan regulasi PSSI yang seperti itu, mereka terancam tak bisa masuk Timnas karena klub mereka bermain di liga yang dianggap ilegal. Namun sejauh ini, Nurdin Halid selaku ketua PSSI, masih memberikan lampu hijau untuk kedua pemain tersebut untuk mengikuti seleksi pemain Timnas U-23 yang dipersiapkan untuk SEA Games pertengahan tahun ini.

Pihak LPI pun menyangkal telah melanggar undang-undang. Menurut Arya Abhiseka, Manajer Umum LPI, liga yang diusung Arifin Panigoro itu sudah sah dimata Kementerian Hukum dan HAM, dan sudah diizinkan untuk menggelar kejuaraan sepak bola di Indonesia. Ia sendiri malah heran mengapa LPI dianggap menyalahi aturan, karena pada Undang-undang yang disebutkan diatas tercantum bahwa seorang pemimpin induk organisasi olahraga tidak boleh terlibat tindak pidana, dan jelas-jelas peraturan tersebut dilanggar PSSI. Seperti diketahui, Nurdin Halid pernah dipenjara karena kasus penggelapan gula.

Insan olahraga nasional pun mewarnai pro-kontra dua pihak yang berseteru ini. IGK Manila, Mantan Manajer Persija Jakarta, menganggap PSSI terlalu arogan. LPI harusnya diapresiasi karena bisa memperkaya pemilihan pemain demi kepentingan Timnas, dan belum bisa dinilai apakah lebih baik atau lebih buruk dari LSI karena kompetisi tersebut belum dimulai. LPI juga tak pantas disebut banci, karena di dalamnya banyak orang yang pintar dalam urusan sepak bola.

Sementara Icuk Sugiarto, ketua Ikatan Atlet Nasional Indonesia (IANI) yang juga juara dunia bulutangkis tahun 1983 mendukung penuh PSSI. Menurutnya, sangat disayangkan ada kompetisi sepak bola di luar naungan PSSI. Seharusnya LPI bergerak dalam koridor yang ditetapkan PSSI. "Jika tidak suka dengan pemimpin PSSI, ya bertarunglah di Kongres PSSI untuk mengambil alih pimpinan. Saya khawatir cara LPI ini akan ditiru dengan cabang olahraga lain yang ada pihak tertentu yang tidak suka dengan kepemimpinan induk organisasi cabang olahraga tersebut. Menpora harus ambil tindakan tegas", imbuhnya.

Yang jelas, Menpora Andi Mallarangeng sudah mengatakan bahwa pemain Timnas bisa diambil dari kompetisi manapun, asal pemain tersebut Warga Negara Indonesia dan memenuhi syarat kualitas. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun dijadwalkan datang pada pembukaan Liga Premier Indonesia.

Kita sebagai masyarakat pecinta sepak bola nasional, tentu mendukung gerakan apapun yang bisa memajukan sepak bola Indonesia. Kita lihat saja kiprah klub-klub Liga Premier Indonesia mulai 8 Januari nanti.




Anda Menyukai artikel Ini?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika anda ingin berkomentar menggunakan akun Facebook, YM, AOL atau MSN, silakan komentar menggunakan kotak komentar Facebook di atas. Atau anda dapat berkomentar pada form di bawah ini, dengan cara:

1. Pilih name/URL
2. Pada kolom name isi dengan nama anda, pada kolom URL dapat diisi dengan alamat profil Facebook atau Twitter anda, atau silakan dikosongkan
3. Isi komentar anda pada form yang tersedia, lalu klik poskan komentar

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu demi mencegah SPAM dan kata-kata yang tak diinginkan, karena komentar-komentar tersebut TIDAK SAYA ANGGAP SEBAGAI APRESIASI UNTUK ARTIKEL SAYA. Terima Kasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Rank on Alexa

Galeri iklan! Semua bisnis yang DITAWARKAN di bawah ini dijamin BUKAN SCAM! DIPILIH DIPILIH.....
MAU DAPAT 1 MILYAR DALAM 5 BULAN HANYA DENGAN MODAL 10 RIBU? KLIK BANNER DIBAWAH INI ATAU KLIK DISINI UNTUK PENJELASAN SISTEMNYA
Anda bisa MENGHASILKAN 277 JUTA DALAM 5 BULAN DENGAN MODAL GRATIS! KLIK AJA GAMBAR DIBAWAH, ATAU KLIK DISINI UNTUK PENJELASAN SISTEMNYA

DAPATKAN RATUSAN JUTA HINGGA MILYARAN RUPIAH DENGAN MODAL GRATIS! KLIK!

Bisnis Dahsyat tanpa modal

PASANG IKLAN ANDA KE RIBUAN SITUS SEKALIGUS DALAM 1 KALI KLIK!